Info Terbaru

Bertindak atau Tidak Bertindak adalah Pilihan>> Blog Berbagi

BLOG BERBAGI - Mereka yang memilih bertindak, adalah mereka yang memilih untuk hidup. Dan, hidup itu sendiri adalah ekspresi dari berbagai tindakan. Kita selalu bisa memilih untuk bertindak atau tidak bertindak. Kita juga bisa memilih benar atau salah. Kita juga bisa memilih untuk berbuat baik atau hanya merasa baik.

Pengalaman telah mengajari kita tentang sedikitnya berbagai hal yang kita lakukan, sedikitnya hal yang bisa kita lakukan, banyaknya berbagai hal yang bisa kita lakukan dan banyaknya hal yang bisa kita lakukan. Makin lama kita berdiam diri, makin sulit kita keluar dari pasir penghisap yang makin menenggelamkan. Sementara itu, setiap tindakan benar akan mendorong kita maju dan setiap tindakan salah akan menarik kita mundur. Dengan kata lain:

· Tidak mengambil tindakan yang mengarah pada kelumpuhan;
· Tindakan yang benar mengarah pada kemajuan; dan
· Tindakan yang salah mengarah pada kemunduran.

Helen Keller, seorang wanita buta yang sukses mendunia, tidak menjadikan kebutaan dan ketuliannya sebagai alasan untuk tidak bertindak. Sebaliknya ia berkata, “Saya ini cuma satu, dan tetaplah akan hanya satu. Saya tidak bisa melakukan segala hal, tetapi saya bisa melakukan berbagai hal; dan karena saya tidak melakukan segala hal, saya tidak akan menolak melakukan segala hal yang masih bisa saya lakukan.” Ia mengerti bahwa jika kita ingin maju, kita harus memulainya! Jadi, bertindaklah!!
 
Tindakan Adalah Perubahan
Tindakan akan merubah kita dari konsumen menjadi kontributor. Setiap tindakan yang kita ambil adalah goresan kuas dalam lukisan kehidupan kita. Kekuatan untuk bertindak adalah kekuatan untuk berkreasi. Itulah berkah terbesar untuk umat manusia dari Allah, Tuhan semesta alam. Alam semesta ini adalah simfoni sempurna ciptaan-Nya, dan segala tindakan kita menjadi nada-nada yang mestinya harmoni dengan aransemen-Nya.

Bagaimanakah lagi kita akan mengetahui rupa akhir lukisan itu, selain dari mengibaskan kuas di atas kanvas?
Lantas, bagaimana kita harus bertindak?

Ada ungkapan yang cukup bijak dari seorang Henri L. Bergson, “Berpikir sebagai manusia yang bertindak, dan bertindak sebagai manusia yang berpikir.” Karena beratnya akibat tindakan kita atas dunia dan isinya,kita harus berpikir sebelum bertindak. Kita harus bertindak dengan penuh tanggung jawab.

Bagaimana dengan rentang waktu yang kemarin dan esok? Tak usah ditunggu yang namanya waktu sempurna, sebab waktu tak akan pernah sempurna hingga kita mengambil tindakan di dalamnya.

Setiap hembusan nafas kita diperhitungkan. Setiap hembusan nafas kita berarti bertahan untuk hidup. Dan tindakan, adalah nafas dari jiwa kita. Biarkanlah setiap hembusan nafas masuk hitungan

Jangan campur adukkan aktivitas yang tidak sungguh-sungguh dengan, atau gerakan sederhana dengan TINDAKAN. Aktivitas tak berguna akan menghancurkan waktu, sementara tindakan akan menciptakannya. Menurut Robert L. Stevenson, “Nilailah setiap hari tidak dari panennya, tapi dari bibit yang ditanam.” Dan Robert J. Mckain mengatakan, “ Konsepsi umum yang berlaku adalah ‘motivasi mengarah pada tindakan’, padahal yang benar adalah sebaliknya. Tindakanlah yang akan memicu motivasi.” Dan jika Kita muslim, setiap tindakan akan selalu berada diantara dua motivasi.